organisasi adalah bentuk persekutuan antara dua orang atau lebih yang bekerja bersama serta secara formal terikat dalam rangkai percapaian suatu tujuan yang sama yang telah ditentukan dalam ikatan yang mana terdapat bawahan dan atasan
Prof.Dr.Sondang p.Siagian
Contoh.partai politik
Minggu, 10 Oktober 2010
kelompok kecil
Kelompok itu sendiri berarti sekumpulan orang yang relative kecil yang masing-masing dihubungkan berdasarkan kesaamaan dan tujuan yang sama dan mempunyai derajat organisasi kelompok tersebut.Sedangkan kelompok kecil adalah sekumpulan perorangan, jumlahnya cukup kecil sehingga semua anggota dapat berhubungan lebih baik sebagai pengirim dan penerima
efek instrumental dari keanggotaan kelompok
Eefek instrumental keanggotaan adalah bagian dari keanggotaan itu sendiri.Maksud dari efek instrumental ialah suatu komunikasi antar anggota dan pengaruh dari kebersamaan suatu kelompok.Orang banyak akan melihat dari sisi ini karena orang memilih kelompok karena dia merasa sendiri dan ingin berkelompok
keanggotaan kelompok
Keanggotan kelompok mungkin unsur yang mulai hilang dari suatu kelompok.Contohnya semakin banyaknya anggota kelompok mereka hanya berkomunikasi atau berbicara tentang keanggotan melalui situs jejaring sosial.Unsur ini dianggap tidak terlalu penting untuk orang yang akan masuk suatu kelompok hanya sebagai syarat masuk dalam suatu kelompok
Tujuan Kelompok
Setelah ketertarikan interpersonal dan aktivitas kelompok terpenuhi maka orang-orang akan melihat tujuan kelompok tersebut.Tujuan ini bukan berarri tujuan individu tapi sebagai tujuan kelompok yang sebelumnya disetujui oleh anggota kelompoknya.Tujuan itu merupakan untuk apa berdirinya kelompok tersebut
aktivitas kelompok
Salah satu alasan mengapa orang mau masuk kelompok adalah aktivitas kelompok.Bagaimana aturan serta kegiatan-kegiatan yang rutin dilakukan oleh suatu kelompok.Contoh mungkin saya tertatik dengan yamaha mio seindonesia karena saya melihat aktivas yang ada di dalamnya seperti touring, baksos, dan berbicara masalah-masalah motor terupdate itu sendiri..FAktor ini mungkin yang paling berpengaruh dalam orang memilih kelompok-kelompok tertentu.
ketertarikan interpersonal
Ketertarikan interpersonal mengacu pada perasaan-perasaan positif terhadap orang lain. Ahli-ahli psikologi menggunakan istilah ini untuk mencakup berbagai pengalaman, termasuk rasa menyukai, pertemanan, kekaguman, ketertarikan seksual, dan cinta (Dayakisni & Yuniardi, 2008; Matsumoto, 2008).
Matsumoto (2008) juga menulis bahwa beberapa penelitian menunjukkan bahwa kedekatan berpengaruh terhadap ketertarikan. Selain kedekatan tempat tinggal, daya tarik fisik juga cukup berpengaruh dalam hubungan interpersonal meski tampaknya daya tarik ini lebih penting untuk perempuan daripada untuk laki-laki. Hipotesis kesetaraan (matching hypotesis) memprediksi bahwa orang dengan ciri-ciri fisik yang kira-kira setara kemungkinan besar akan memilih untuk menjadi pasangan. Hipotesis kemiripan (similarity hypotesis) menyatakan bahwa orang yang hampir sama dalam usia, ras, agama, kelas sosial, pendidikan, kecerdasan, sikap, dan daya tarik fisik cenderung membentuk hubungan yang intim. Hipotesis keberbalasan (recipocity hypotesis) menyatakan bahwa orang yang akan cenderung balas menyukai orang lain yang menyukai mereka.
Triangular theory of love yang diajukan oleh Sternberg (2001) menyatakan bahwa cinta mempunyai tiga komponen dasar: (1) intimacy (keintiman), rasa kedekatan dan pertautan, Matsumoto (2008) menambahkan bahwa keintiman mengacu pada kehangatan, kedakatan, dan berbagai dalam sebuah hubungan; (2) passion (keinginan), rasa ingin bersatu dengan orang lain; dan (3) commitment (tanggung jawab), keputusan untuk memelihara hubungan dalam jangka waktu yang sangat lama, dan mengacu pada niat untuk mempertahankan hubungan meski dihadapkan pada berbagai kesulitan (Matsumoto, 2008).
Matsumoto (2008) juga menulis bahwa beberapa penelitian menunjukkan bahwa kedekatan berpengaruh terhadap ketertarikan. Selain kedekatan tempat tinggal, daya tarik fisik juga cukup berpengaruh dalam hubungan interpersonal meski tampaknya daya tarik ini lebih penting untuk perempuan daripada untuk laki-laki. Hipotesis kesetaraan (matching hypotesis) memprediksi bahwa orang dengan ciri-ciri fisik yang kira-kira setara kemungkinan besar akan memilih untuk menjadi pasangan. Hipotesis kemiripan (similarity hypotesis) menyatakan bahwa orang yang hampir sama dalam usia, ras, agama, kelas sosial, pendidikan, kecerdasan, sikap, dan daya tarik fisik cenderung membentuk hubungan yang intim. Hipotesis keberbalasan (recipocity hypotesis) menyatakan bahwa orang yang akan cenderung balas menyukai orang lain yang menyukai mereka.
Triangular theory of love yang diajukan oleh Sternberg (2001) menyatakan bahwa cinta mempunyai tiga komponen dasar: (1) intimacy (keintiman), rasa kedekatan dan pertautan, Matsumoto (2008) menambahkan bahwa keintiman mengacu pada kehangatan, kedakatan, dan berbagai dalam sebuah hubungan; (2) passion (keinginan), rasa ingin bersatu dengan orang lain; dan (3) commitment (tanggung jawab), keputusan untuk memelihara hubungan dalam jangka waktu yang sangat lama, dan mengacu pada niat untuk mempertahankan hubungan meski dihadapkan pada berbagai kesulitan (Matsumoto, 2008).
Langganan:
Postingan (Atom)